SMA NEGERI 1 TABANAN

Tadartham Karma Mukta Sanggah Samacara

SEJARAH & IDENTITAS SMASTA

TARI KEBESARAN
SMA NEGERI 1 TABANAN

TARI KEBESARAN SMASTA

ISWARA PARAMAPUJA

Tari Iswara Paramapuja adalah tari kebesaran dari SMA Negeri 1 Tabanan (SMASTA) yang menjadi simbol identitas dan kebanggaan sekolah. Diciptakan pada tahun 2018, tari ini sering ditampilkan dalam berbagai acara penting sekolah, termasuk penyambutan tamu kehormatan dan perayaan ulang tahun sekolah. Tarian ini tak hanya menjadi bentuk ekspresi seni, tetapi juga media pewarisan nilai dan semangat pendidikan di lingkungan SMASTA.
TARI ISWARA PARAMAPUJA

ASAL - USUL
& KONSEPSI TARI ISWARA PARAMAPUJA

Tari Iswara Paramapuja merupakan hasil karya kolaboratif antara guru seni, alumni, dan pimpinan SMA Negeri 1 Tabanan. Diciptakan oleh Ayu Trisna Dewi Prihatini, S.Pd. sebagai penata tari dan I Wayan Tusti Adnyana, S.Sn., M.Pd. sebagai penata iringan, tarian ini lahir dari gagasan Bapak Dr. I Made Jiwa, M.Pd., Kepala Sekolah saat itu. Beliau menginisiasi penciptaan tarian ini sebagai warisan budaya sekolah dan bentuk kenang-kenangan di akhir masa jabatannya.

Tari Iswara Paramapuja pertama kali ditampilkan pada penutupan perayaan ulang tahun SMASTA ke-57. Ditarikan oleh enam penari perempuan dan satu penari laki-laki yang memerankan Dewa Iswara, tari ini termasuk ke dalam jenis tari kreasi baru yang menggabungkan unsur klasik dan modern dengan karakter bebancihan (gabungan maskulin dan feminin).
TARI KEBESARAN SMA NEGERI 1 TABANAN

Landasan Teologi, Filsafat dan Estetika Tari Maskot SMA N 1 Tabanan "Iswara Paramapuja"

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 SMASTA, dengan penuh kerendahan hati dan rasa bakti, kami mempersembahkan Tari Maskot SMASTA sebagai hasil garapan kreatif seluruh warga sekolah, para alumni, serta para guru purnabakti. Karya ini ditujukan untuk menitipkan pesan kepada generasi penerus mengenai semangat dalam menempuh pendidikan, etos belajar dan bekerja, serta semangat pengabdian di lingkungan SMASTA. Iswara Paramapuja memiliki makna "Penghormatan Tertinggi kepada Sang Hyang Iswara." Menurut teologi Hindu, Sang Hyang Iswara adalah manifestasi dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa. Dalam teks Bhuana Kosa dan Wrespati Tattwa, Sang Hyang Iswara dipahami sebagai Siwa yang Agung, penguasa alam semesta, dan raja di antara para raja. Dalam konteks ini, Ia dimaknai sebagai Raja dari segala Ilmu Pengetahuan. Secara filosofis, atribut ayudhamurti atau senjata yang dibawa oleh Dewa Iswara dimaknai sebagai representasi dari Kompetensi Inti (KI) dalam sistem pendidikan nasional yang diimplementasikan di sekolah kami.
Atribut-atribut tersebut adalah:

  • Teratai putih, melambangkan kesucian — Kompetensi Inti 1: Sikap spiritual.
  • Ganitri, melambangkan keteguhan hati — Kompetensi Inti 2: Sikap sosial.
  • Aksamala, melambangkan keagungan pengetahuan — Kompetensi Inti 3: Pengetahuan.
  • Vajra, melambangkan kekuatan — Kompetensi Inti 4: Keterampilan

Dengan tercapainya keempat kompetensi tersebut, diharapkan seluruh insan pendidikan mampu menjadi “raja” dalam arti berhasil dan sukses dalam berbagai aspek kehidupannya. Mahakarya ini merupakan tonggak sejarah baru bagi SMASTA, karena digarap dengan semangat gotong royong, rasa kekeluargaan, serta dilandasi oleh semangat pengabdian dan bhakti kepada Ida Sasuhunan di Palinggih Ageng, Padmasana SMASTA, yakni Ida Sang Hyang Iswara. Bertolak dari landasan teologis, filosofis, dan etis tersebut, tari maskot ini diciptakan dengan berpedoman pada konsep Satyam, Siwam, Sundaram — kebenaran, kesucian, dan keindahan.

Keunikan Pada Garapan Ini

  1. Sikap pokok dalam tari ini menggunakan Iswara Mudra dan Wajra Mudra, yang dipadupadankan dengan pakem gerak tari Bali, menciptakan harmoni antara nilai spiritual dan tradisi estetika lokal.
  2. Jumlah penari terdiri atas tujuh orang, dengan formasi enam penari putri dan satu penari pria. Formasi 6–1 ini merepresentasikan tahun berdirinya SMASTA, yaitu tahun 1961.
  3. Nada gamelan pengiring tari ini diawali dan diakhiri dengan nada “Ndang”, yaitu nada yang secara khusus dipersembahkan untuk Sang Hyang Iswara, sesuai tradisi dalam karawitan Bali.
  4. Tarian ini pertama kali dipentaskan pada hari Minggu, yang dalam perhitungan urip memiliki nilai lima—hari yang dipandang sebagai hari Sang Hyang Iswara. Pementasan ini juga berlangsung pada tanggal 5, yang mengandung unsur angka dari Hyang Iswara, memperkuat makna simbolisnya.
  5. Sesaat sebelum tarian ini dipentaskan, terjadi gempa bumi (lindu) berkekuatan 7,0 skala Richter. Tujuh orang penari tersebut seolah menjadi perlambang kekuatan yang mengguncang SMASTA secara spiritual dan emosional. Benar saja, suasana haru, bahagia, takjub, dan penuh syukur pun menyelimuti seluruh warga yang hadir malam itu. Menurut tradisi, terjadinya gempa saat berlangsungnya acara penting dipercaya sebagai pertanda bahwa Bhatara hadir, serta mengisyaratkan kesucian dan restu Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Tanggal Penting dalam Proses Penggarapan Tari Maskot "Iswara Paramapuja"

  • Rapat perdana dan presentasi konsep Tari Maskot bersama tim penggarap, alumni, para pinisepuh, komite, serta tim ahli yang terdiri atas akademisi dan praktisi, dilaksanakan pada Senin, 21 Mei 2018 pukul 15.15 WITA (Soma Umanis Sungsang, Isaka 1940).
  • Upacara “Nuasen Ngawit Melajah Nabuh” dilaksanakan pada Jumat, 6 Juli 2018 pukul 10.15 WITA (Sukra Pahing Pahang, Isaka 1940).
  • Upacara “Nuasen Ngawit Melajah Ngigel” dilaksanakan pada Jumat, 13 Juli 2018 pukul 16.00 WITA (Sukra Wage Klurut, Isaka 1940).
  • “Ngadungang” Perdana dilaksanakan pada Senin, 23 Juli 2018 pukul 10.18 WITA (Soma Wage Tambir, Isaka 1940).
  • Upacara Pamlaspasan dan Pasupati Busana, disertai Pakeling dan Majaya-jaya, dilaksanakan pada Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 10.20 WITA (Radite Paing Matal, panglong ping 9, sasih Karo, Isaka 1940).
  • Pementasan perdana Tari Maskot SMASTA dilangsungkan pada Minggu, 5 Agustus 2018 pukul 20.40 WITA.

Tim Penggarap

Penggagas dan Penanggungjawab:
Kepala SMA N 1 Tabanan, Dr. I Made Jiwa, M. Pd

Penasehat dan Tim Ahli
a. Prof. Dr. I Gede Arya Sugiarta, S.S. Kar., M. Hum. (Rektor ISI Denpasar 2018, alumni tahun 1985)
b. I Komang Pastika Sapanca, B.A. (Guru Kesenian SMASTA Purnabakti)
c. Drs. I Nyoman Suparma (Guru BK, Senior Seni Karawita yang telah Purnabakti)

Konseptor
I Gede Arum Gunawan, S. Ag. (Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti, alumni tahun 2012)

Penata Tabuh
I Wayan Tusti Adnyana, S. Sn., M. Pd (alumni tahun 1990) didampingi oleh Pembina Karawitan SMASTA Bpk I Gst Putu Eva Rusiana, S.Pd. dan I Wyn Sujana

Penata Tari
Ayu Trisna Dewi Prihatini, S. Pd. (guru kesenian dan alumni 1985) didampingi oleh Guru Seni Budaya Ni Md Suparwi, S. Pd dan Luh Gde Juli Antari, S. Pd.

Perancang Kostum, Properti dan Artistik
a. Agung Harry Sunjaya Sapanca, S. Pd., M. Pd. (guru kesenian, alumni 1990)
b. Achmad Hardianto Wisnu Wardono l(Pembina Teater, alumni thn 2012)
c. Gusti Ayu Ratih Parinithi, S. Pd., M. Pd (Guru Bhs Indonesia dan Pembina Teater)

SINOPSIS TABUH IRINGAN TARI ISWARA PARAMA PUJA

INTRO / INTRO

Intro atau kawitan dari tabuh iringan tari Iswara Paramapuja ini diawali dengan instrumen reyong dengan motif leluangan dan dilanjutkan dengan instrumen yang lain, bersamaan dengan vokal dari gerong untuk memberikan pesan spritual dan permintaan maaf dan minta diberikan jalan kepada Hyang Iswara, karena keagungan beliau akan direfleksikan ke dalam sebuah tarian maskot SMA N 1 Tabanan.

 

PEPESON

Bagian Pepeson dari iringan tabuh ini menggambarkan para Dewa yang turun dari khayangan dan Bhatara Iswara sebagai tokoh sentral. Motif tabuhnya menggunakan motif kekebyaran dengan tempo cepat dan  leluangan dengan tempo sedang  dilanjutkan dengan motif rerjangan dengan tempo sedang yang dipadukan dengan vokal.

 

PENYALIT

Bagian penyalit dari tabuh ini berfungsi sebagai transisi atau interlude dari bagian pepeson ke pengawak menggunakan motif gegaboran dengan tempo cepat. Bagian ini juga dilengkapi dengan vokal.

 

PENGAWAK

Seperti bagian pengawak pada umumnya, iringan tabuh ini menggunakan motif legodbawa dan leluangan dengan tempo pelan disertai dengan vokal dan palawakya, untuk memberikan kesan magis dan pemujaan

 

PENGECET

Bagian Pengecet menggunakan motif rerejangan dengan tempo sedang, untuk memberikan kesan gembira dan sesuai dengan gerak tari yang rampak.

 

PEKAAD

Bagian pekaad merupakan bagian terakhir dari sebuah komposisi tabuh, yang mengiringi tari mencapai tingkat klimak. Pada bagian ini menggunakan motif kekebyaran den tempo yang cepat, diringi juga dengan vokal.

 

TEKS TEMBANG/VOKAL GERONG TARI ISWARA PARAMAPUJA

KAWITAN:

         OM AWIGNAM ASTU INGULUN, MOGI TAN KEKENENG UPADRAWA

         (OM OM HYANG ISWARA) 2X PARA WIDYA, APARA WIDYA

PEPESON:

         MAKA MURDHANING KA ATURANG NE MANGKIN

         ISWARA PARAMA PUJA, PINAKA BELAT BAKTI SUCI

         RING IDA SANGHYANG ISWARA, SWASTI PURNA KAPANGGUH

         SISYA NE SAMI

         SARWA PETAK BUSANANE, PRAYASCITA NE RING BUMI

PENYALIT:

         PELEBUR SARWA KLESA WINASA, SUCI RING ANGGA

         SUCI MARING BHUWANA

PENGAWAK:

         (OM HYANG ISWARA DEWA) 4X

         PINAKA SENJATANYA, BAJRA GENITRI

         AKSA MALA LAN PADMA PETAK NE SUCI,

         SUCI LUHUR RING BUDI      SATYAM SIWAM SUNDARAM

PEKAAD:

         (ISWARA PARAMA PUJA) 2X BAKTIN INGSUN)2X

         (KABINAWA WIBAWA, SUCI NIRMALA KA APTI)

KABAR TERBARU

Kegiatan SMASTA 03

Dengan penuh rasa syukur dan bangga, saya menyambut kehadiran Anda di website ini sebagai jendela informasi dan komunikasi resmi sekolah kami. SMA Negeri 1 Tabanan (SMASTA) merupakan institusi pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul dalam prestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. Melalui platform ini, kami ingin memperkenalkan berbagai program, kegiatan, serta prestasi […]

Kegiatan SMASTA 02

Dengan penuh rasa syukur dan bangga, saya menyambut kehadiran Anda di website ini sebagai jendela informasi dan komunikasi resmi sekolah kami. SMA Negeri 1 Tabanan (SMASTA) merupakan institusi pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul dalam prestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. Melalui platform ini, kami ingin memperkenalkan berbagai program, kegiatan, serta prestasi […]

Kegiatan SMASTA 01

Dengan penuh rasa syukur dan bangga, saya menyambut kehadiran Anda di website ini sebagai jendela informasi dan komunikasi resmi sekolah kami. SMA Negeri 1 Tabanan (SMASTA) merupakan institusi pendidikan yang berkomitmen mencetak generasi muda yang unggul dalam prestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan global. Melalui platform ini, kami ingin memperkenalkan berbagai program, kegiatan, serta prestasi […]

SMA NEGERI 1 TABANAN
Tadartham Karma Mukta Sanggah Samacara
SMA Negeri 1 Tabanan, dikenal sebagai SMASTA, didirikan pada 5 Oktober 1961 dan beralamat di Jl. Gunung Agung No. 122, Dajan Peken, Tabanan, Bali. Berstatus negeri dengan akreditasi A, SMASTA menerapkan Kurikulum 2013 (sekarang Merdeka), dan menyediakan peminatan IPA–IPS untuk mempersiapkan generasi unggul.
© 2026 SMA Negeri 1 Tabanan, Hak Cipta Dilindungi oleh Undang - Undang